MENGGALI TRAUMA DENGAN SENI MELALUI NFT
- Menurut pengelihatan dan pengamatan saya pada gambar NFT pertama diatas, saya akhirnya memilih gambar NFT tersebut karena menurut pandangan dan pengelihatan saya terhadap diri dan karya tersebut sangat menggambarkan diri saya. Saya si Overthinker (Digambarkan dengan kepala yang penuh dengan berbagai macam warna dan bentuk dan raut wajah yang datar), Alias apa saja yang saya lihat atau pikirkan bisa menguasai pikiran bahkan merenggut diri saya.
- Menurut pengelihatan dan pengamatan saya pada gambar NFT kedua diatas, saya akhirnya memilih gambar NFT tersebut karena menurut pandangan dan pengelihatan saya terhadap diri dan karya tersebut sangat menggambarkan diri saya. Saya si rapuh (Digambarkan dengan wanita tak berbusana yang menunjukkan raut wajah yang sedih diruangan yang sepi, banyaknya serpihan/kepingan yang berterbangan disekelilingnya dan menutupi sebagian tubuhnya). Alias diri saya yang pernah terkena pelecehan pada saat saya SMA. Secara fisik atau pengelihatan memang saya tidak terlihat seperti saya pernah terkena/trauma terhadap hal buruk tersebut. Tetapi, saya merasa semakin rapuh setelah kejadian tersebut, mungkin bukan rapuh diluar tetapi didalam. Karena hidup terus berjalan, diri saya selalu berusaha keras membangun diri saya agar saya dapat terus bergerak, mungkin saja karena ini memori otot saya yang dulunya ceria dan sangat aktif jadi sisi dari diri saya berusaha sekuat mereka untuk menekan agar trauma tersebut tidak menguasai diri saya. entahlah, saya kurang mengerti diri saya hehe
- Menurut pengelihatan dan pengamatan saya pada gambar NFT kedua diatas, saya akhirnya memilih gambar NFT tersebut karena menurut pandangan dan pengelihatan saya terhadap diri dan karya tersebut sangat menggambarkan diri saya. Saya Thalassaphobia/takut dengan kedalaman air (Digambarkan dengan air laut yang berwarna biru). Perasaan takut ini saya sadar ketika saya berenang disebuah villa yang terdapat kolam renangnya, dan ketika saya masuk ke dalam air saya tidak berani untuk menatap kedalaman air yang gelap. Sebelumnya dan seingat saya saat TK (Taman Kanak-kanak) saya pernah tenggelam di kolam renang saat sedang melakukan parawisata ke sebuah kolam renang umum dan Alhamdulillah saya dapat menyelamatkan diri saya sendiri dengan mencari daratan yaitu tangga kolam renang tersebut. Tetapi setelah tenggelam saya tidak merasa takut,saya lanjut bermain di kolam renang tersebut dengan hati-hati. Dan ketika menginjak umur 20an, saya semakin tahu tentang apa nama perasaan yang saya takuti. Tetapi daripada takut dengan tenggelam, saya lebih takut terhadap apa yang muncul didalam kedalaman yang gelap itu.
.png)
.png)
.png)
Comments
Post a Comment